UJIAN AKHIR SEMESTER
MATA KULIAH
: KIMIA BAHAN ALAM
SKS
: 2
DOSEN
: Dr. Syamsurizal, M.Si
WAKTU
: 22-29
Desember 2012
PETUNJUK : Ujian ini open
book. Tapi tidak diizinkan mencontek, bilamana ditemukan, maka anda dinyatakan
GAGAL. Jawaban anda diposting di bolg masing-masing.
1. Jelaskan dalam jalur biosintesis
triterpenoid, identifikasilah faktor-faktor penting yang sangat menentukan
dihasilkannya triterpenoid dalam kuantitas yang banyak.
Jawab :
faktor – faktor penting yang sangat menentukan
dihasilkannya triterpenoid dalam kuantitas yang banyak,yaitu :
·
Berdasarkan proses sintesis
triterpenoid
Dengan cara
melakukan reaksi kimia untuk memperoleh suatu produk kimia,
ataupun beberapa produk. Hal ini terjadi berdasarkan peristiwa fisik dan kimia yang melibatkan
satu reaksi atau lebih
Sintesis
kimia dimulai dengan pemilihan senyawa kimia
yang biasa dikenal dengan sebutan reagen atau reaktan. Proses ini membutuhkan pengadukan dan dilakukan di
suatu wadah reaksi seperti reaktor kimia atau sebuah labu reaksi sederhana.
Beberapa reaksi membutuhkan prosedur tertentu sebelum menghasilkan produk yang
diinginkan.[1]
Jumlah produk yang dihasilkan dalam suatu sintesis kimia dikenal dengan istilah
perolehan reaksi (dalam
bahasa Inggris dikenal dengan istilah yield). Umumnya, perolehan reaksi
dinyatakan sebagai berat dalam satuan gram atau sebagai persentase dari
jumlah produk yang secara teoritis dapat dihasilkan. Dalam suatu sintesa kimia,
terdapat kemungkinan adanya reaksi samping yang
menghasilkan produk yang tidak diinginkan. Reaksi samping menyebabkan turunnya
perolehan produk yang diinginkan. Bila menginginkan produk dengan kemurnian
yang tinggi, tahap pemurnian perlu dilakukan dengan melakukan proses
pemisahan.
·
Berdasarkan proses isolasi
triterpenoid
Yaitu,
mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya
dalam suatu medium buatan. Dapat berupa isolasi secara fisis maupun
secara kimia.
2. Jelaskan dalam penentuan struktur
flavonoid, kekhasan signal dan intensitas serapan dengan menggunakan spektrum
IR dan NMR. Berikan dengan contoh sekurang-kurangnya dua struktur yang berbeda.
Jawab :
·
Spektroskopi infra merah (IR)
Spektroskopi
inframerah merupakan suatu
metode
yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada
daerah panjang gelombang 0.75 – 1.000 µm atau pada
bilangan gelombang 13.000 – 10 cm-1.
Metode
spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang meliputi teknik serapan
(absorption), teknik emisi (emission), teknik [[fluoresensi] (fluorescence).
Komponen medan listrik yang banyak berperan dalam
spektroskopi umumnya hanya komponen medan listrik seperti dalam fenomena
transmisi, pemantulan, pembiasan, dan penyerapan. Penemuan infra merah
ditemukan pertama kali oleh William
Herschel pada tahun 1800. Penelitian selanjutnya diteruskan oleh Young, Beer, Lambert dan Julius melakukan berbagai
penelitian dengan menggunakan spektroskopi inframerah. Pada tahun 1892 Julius menemukan dan
membuktikan adanya hubungan antara struktur molekul dengan inframerah dengan
ditemukannya gugus metil dalam suatu molekul akan memberikan serapan
karakteristik yang tidak dipengaruhi oleh susunan molekulnya. Penyerapan gelombang elektromagnetik dapat
menyebabkan terjadinya eksitasi tingkat-tingkat
energi dalam molekul. Dapat berupa eksitasi elektronik, vibrasi, atau rotasi. Rumus
yang digunakan untuk menghitung besarnya energi yang diserap oleh ikatan pada
gugus fungsi adalah:
E = h.ν = h.C /λ = h.C / v
E = energi yang diserap
h = tetapan Planck = 6,626 x 10-34
Joule.det
v = frekuensi
C = kecepatan cahaya = 2,998 x 108 m/det
λ = panjang gelombang
ν = bilangan gelombang
Berdasarkan
pembagian daerah panjang gelombang (Tabel 1), sinar inframerah dibagi atas tiga
daerah yaitu:
a. Daerah infra merah dekat
b. Daerah infra merah pertengahan
c. Daerah infra merah jauh
·
Spektroskopi
resonansi magnetik nuklir
NMR adalah teknik analitis kaya
informasi non-destruktif yang membantu periset memahami struktur dan dinamika
molekul. Tergantung pada aplikasi dan sensitivitas spektrometer NMR,
Spektrometer NMR adalah alat atau instrumen untuk mengukur resosnansi
magnetik inti.
Intrumen ini menghasilkan medan magnet pada tingkat energi gelombang radio dan
digunakan untuk mendeteksi radiasi yang dipancarkan pleh suatu inti. Kualitas
spektrometer NMR tergantung pada dua hal yakni:1. Kekuatan dan kehomogenan medan magnet yang digunakan.
2. Kestabilan kekuatan medan magnet selama digunakan.
Sampel atau cuplikan yang akan dianalisa dipreparasi dalam bentuk larutan. Larutan yang akan dianalisa menggunakan NMR memiliki beberapa kriteri sebagai berikut:
1. Spektrometer NMR 60 MHz. Masa sampel ±5-10 mg dalam ±0,4 mL pada tabung gelas dengan diameter 5 mm dan kedalaman tabung 35 mm. Sedangkan untuk spektrometer NMR 500 MHz diperlukan jumlah cuplikan < 1 mg (mikrogram) dalam tabung mikro pula.
2. Kualitas hasil sprktrum yang dihasilkan tergantung pada.
·
Kemurnian cuplikan
·
Kebersihan tabung
·
Kemurnian pelarut
3. Tabung untuk cuplikan di buat dari gelas sangat tipis, mudah pecah dan
sangat rapus terutama pada saat dibuka tutupnya.4. Jika tabung yang digunakan tidak dipecahkan (mungkin disebabkan jumlah sampel yang sedikit dan harganya relatif mahal) maka segera dicuci dengan aseton atau dikloroetana bila telah selesai digunakan, dikeringkan dengan blower dalam udara bersih atau nitrogen dengan menggunakan pelat tipis dari logam selanjutnya dijaga dan disimpan pada tempat yang aman. Pengeringan tabung menggunakan oven atau dengan cara pemanasan sangat tidak dianjurkan.
Pelarut yang digunakan untuk mempreparasi sampel memiliki beberapa kriteria, yakni:
1. Tidak
mengandung inti yang akan dideteksi atau diamati. Misalnya untuk 1H-NMR
pelarutnya tidak boleh mengandung hidrogen-1 sedangkan untuk 13C-NMR pelarutnya
tidak boleh mengandung 13-C.
2. Bersifat
iner,
3. Nopolar
4. Titik
didih rendah.
5. Tidak
mahal.
3. Dalam isolasi alkaloid, pada tahap
awal dibutuhkan kondisi asam atau basa. Jelaskan dasar penggunaan reagen
tersebut, dan berikan contohnya sekurang-kurangnya tiga macam alkaloid.
Jawab :
Sifat kebasaan yang muncul pada alkaloid adalah sifat
nitrogen,terjadi jika gugus fungsional pada atom nitrogen bersifat melepaskan
elektron. Sifat kebasaan nya menyebabkan alkaloid mudah terdekomposisi dengan
udara apa lagi pada keadaan panas. Pelarut yang biasa digunakan yaitu molekul
air yang diasamkan,karana mampu melarutkan alkaloid sebagai garamnya.
Contohnya :
·
Isolasi
daun tumbuhan jambu keling
isolasi dengan menggunakanpelarut metanol .
Ekstrakhasil maserasi diasankan dengan HCL (pH<2) ditambahkan NH4OH pekat
diatur pH 9-13 , terbentuk endapan ,dikeringkan lalu diekstraksi dengan
Khloroform ,dipisahkan diambil larutan,dipekatkanhingga diperoleh ekstrak kasar
alkaloida , Lalu dianalisis secara khromatografi lapis tipis dan disolasi
dengankhromatografi kolom menggunakan fasa diam silika gel 60 G Kemudian
dielusi dengan metanol 100 %dandilanjutkan dengan campuran Metanol : Khloroform.
Kristal yang diperoleh berbentuk jarum Warna Kuning
Kecoklatan dan direkristalisasi dengan metanol :Khloroform , titik lebur yang
diperoleh 293 – 295 oC
Dan kristal yang diperoleh berbentuk jarum warna
kuning kecoklatan dan direkristalisasi dengan metanol laludengan khloroform .
jumlah kristal yang diperoleh banyaknya 59 mgram dan di identifikasi kristal
dilakukandengan menggunakan spektroskopi Inframerah dan Resonansi Magnit Inti
Proton
·
Isolasi
dari akar tumbuhan tuba biji
Isolasi alkaloid dari akar tumbuhan
Anamirta cocculus(L.) W. & A. (Tuba biji) dilakukan dengan cara ekstrasi
kontinu menggunakan pelarut etanol, dan hasil ekstraksi dipekatkan. Hasil
pemekatan diekstraksi dengan heksana. Fasa etanol yang diperoleh diuapkan dan
ditambah HCl 2 N selanjutnya di tambah NH4 OH sampai PH = 9 kemudian
diekstraksi dengan toluen. Fasa anorganik yang diperoleh dari ekstraksi ini
diekstraksi kembali dengan kloroform. Hasil ekstraksi dengan kloroform ditambah
HCl 2 N, fasa. anorganik yang diperoleh dibasakan dengan penambahan NH40H
kemudian diekstraksi dengan kloroform. Ekstrak kloroform dipekatkan sampai
terbentuk krud. Krud yang diperoleh dilakukan kristalisasi dengan menggunakan
pelarut aseton-air (3:1) didapatkan kristal alkaloid berupa jarum berwarna
putih. Titik leleh kristal 165 - 167 0C, sedangkan hasil
kromatografi lapis tipis diperoleh senyawa dalam bentuk satu komponen. Dari
spektra inframerah dan ultraviolet menunjukkan adanya gugus fungsi 0=0, c-o,
N-H, C-H dan serapan pada panjang gelombang maksimum 285 nm dan 305 nm.
·
Isolasi
bunga dadap hias
Ekstrak difraksinasi secara ekstraksi cair-cair pada
pH 8. Kandungan alkaloid diperiksa secara kromatografi lapis tipis dengan penampak
bercak asam sulfat 10% dalam metanol dan pereaksi Dragendorff, kemudian
dikromatografi preparatif. Isolat berupa kristal berwarna coklat dengan titik
leleh 196,0-198,50C. Spektra ultraviolet-sinar tampak dan inframerah
menunjukkan bahwa isolat mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi, gugus C-O, C=C,
C-N, dan N-oksida. Berdasarkan pustaka alkaloid erythrina isolat diduga 11
β-metoksieritralin N-oksida.
4. Jelaskan keterkaitan diantara biosintesis, metode
isolasi dan penentuan struktur senyawa bahan alam . Berikan contohnya.
Jawab :
Keterkaitannya, dari biosintesis dapat diketahui dari mana suatu senyawa
dihasilkan, setelah itu barulah digunakan metode isolasi untuk mendapatkan
senyawa yang diinginkan dan digunakan penentuan struktur senyawa agar diketahui
apakah senyawa tersebut memiliki struktur yang sama dengan biosintesisnya.
A. Sintesis kolesterol
Dalam dua
langkah pertama sintesis semua hormon steroid, kolesterol akan diubah menjadi
progesteron. Enzim pemutus rantai-sisi sitokrom P450scc, yang terletak di
membrane mitokondria bagian dalam, mengeluarkan 6 karbon dari rantai sisi
kolesterol, membentuk pregnenolon.
Kemudian, pregnenolon akan diubah menjadi -hidroksisteroid dehidrogenase.bprogesteron dengan dikatalisis oleh 3 Hormon steroid lain dibentuk dari progesteron oleh reaksi yang melibatkan anggota famili P450.1
Kemudian, pregnenolon akan diubah menjadi -hidroksisteroid dehidrogenase.bprogesteron dengan dikatalisis oleh 3 Hormon steroid lain dibentuk dari progesteron oleh reaksi yang melibatkan anggota famili P450.1
B. Metode isolasi steroid
dari buah manggis
Mungkin
belum banyak orang yang mengenal buah manggis sebagai sumber antioksidan. Namun buah
ini memiliki banyak kandungan antioksidan pada kulit dan buahnya.
Dari
hasil penelitian, diketahui bahwa buah asli Asia Tenggara ini dapat
menghasilkan xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit
buah manggis.
Xanthon
mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian tentang xanthone telah dimulai sejak tahun
1970 dan hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 40 xanthone, diantaranya adalah alpha-mangostin dan
gamma- mangostin yang
dipercaya mempunyai kemampuan mencegah berbagai penyakit. Kedua jenis xanthone
tersebut dapat membantu menghentikan inflamasi
[radang] dengan cara menghambat produksi enzim COX-2 yang menyebabkan
inflamasi.
Penelitian
lain menunjukkan bahwa gamma –mangostin mempunyai efek antiradang lebih baik
dari pada obat antiinflamasi lain yang dijual di pasaran. Xanthon jenis ini dapat
menghindarkan berbagai panyakit yang disebabkan oleh peradangan, seperti artritis dan alzheimer [merupakan salah satu jenis penyakit disfungsiotak].
Xanthone
juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel kanker tumor. Kemampuan antioksidannya bahkan
melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal sebagai antioksidan yang
paling efektif.
Kandungan
alpha-mangostin dan gamma-mangostin pada buah manggis juga bersifat sebagai
antibakteri. Alpha-mangostin juga diketahui mempunyai efektivitas yang sama
baiknya dengan antibiotik yang beredar di pasaran seperti ampicillin dan
minocyclin. Dari hasil suatu penelitian dilaporkan bahwa mangostin [ 1,3,6
trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis (3 metil-2-butenil) -9H-xanten-9-on] hasil
isolasi dari hasil buah manggis mempunyai aktivitas antiinflamasi dan
antioksidan.








