FLAVONOID
Senyawa flavonoid adalah senyawa yang mengandung C5 terdiri atas dua inti
fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan carbon. Cincin A mamiliki
karakteristik bentuk hidroksilasi floroglusinol atau resorsinol, dan cincin B
biasanya 4-, 3,4- atau 3,5,4-terhidroksilasi .
Struktur
dasar flavonoid:
Beberapa
contoh flavonoid:
Flavonoid (terutama glikosida) mudah mengalami degradasi enzimatik ketika
dikoleksi dalam bentuk segar. Oleh karena itu disarankan koleksi yang dikeringkan
atau dibekukan.
Ekstraksi menggunakan solven yang sesuai dengan tipe flavonoid yg
dikehendaki. Polaritas menjadi pertimbangan utama. Flavonoid kurang polar
(seperti isoflavones, flavanones, flavones termetilasi, dan flavonol)
terekstraksi dengan chloroform, dichloromethane, diethyl ether, atau ethyl
acetate, sedangkan flavonoid glycosides dan aglikon yang lebih polar
terekstraksi dengan alcohols atau campuran alcohol air. Glikosida meningkatkan
kelarutan ke air dan alkohol-air.
Flavonoid
dapat dideteksi dengan berbagai pereaksi, antara lain:
a. Sitroborat
b. AlCl3
c. NH3
Metode Ekstraksi
Berdasarkan terbentuknya gardien konsentrasi, motode ekstraksi terbagi
menjadi 2, yaitu:
1. Gradien konsentrasi
solvent-sampel yang tetap, terdiri dari
a) Maserasi diam
b) Maserasi dengan pengadukan
c) Digesti
d) Ekstraksi dengan bantuan
gelombang ultrasonik
2. Gradien konsentrasi
solvent-sampel yang dinamis
a) Perkolasi
b) Countercurrent
extraction
c) Perkolasi dalam vakum
d) Perkolasi dengan tekanan
e) Soxhlet
Maserasi
Secara harfiah berarti merendam. Metode ini merupakan metode yang paling
sederhana. Tidak ada batas pelarut dalam metode ini.
Catatan jika menggunakan metode ini, simplisia dibasahkan terlebih dahulu,
jika tidak di khawatirkan akan ada simplisia yang tidak teraliri pelarut.
Proses maserasi sendiri dilakukan secara berulang dengan memisahkan cairan
perendam dengan cara penyaringan, dekantir atau di peras, selanjutnya
ditambahkan lagi penyari segar kedalam ampas hingga warna rendaman sama dengan
warna pelarut.
Perkolasi
Perkolasi adalah suatu cara penarikan dengan memakai alat yang yang disebut
perkolator, dimana simplisia terendam dalam cairan penyari sehingga zat-zatnya
terlarut dan larutan tersebut akan menetes secara beraturan keluar sampai
memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan(1).
Soxhlet
Merupakan metode ekstraksi yang memanfaatkan pemanasan untuk destilasi
pelurut sehingga terjadi sirkulasi pelarut melalui serbuk simplisia. Metode ini
efisiensi dalam pemanfaatan pelarut tetapi berisiko pembentukan artefak akibat
penggunaaan panas.
Prinsip: pemanasan-penguapan-pendinginan-perendaman
Destilasi
Merupakan metode ekstraksi yang memanfaatkan perbedaan titik didih dari
senyawa. Biasa digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri. Destilasi dibagi
menjadi 3 yaitu destilasi air, destilasi uap dan destilasi uap-air.
Kromatigrafi Lapis Tipis (KLT)
Prinsip:Interaksi yang
terjadi anatara analit dan fase gerak --> Like Disolve Like
Kromatografi adalah suatu nama yang diberikan untuk teknik pemisahan
tertentu. Pada dasarnya semua cara kromatografi menggunakan dua fase yaitu fasa
tetap (stationary) dan fasa gerak(mobile), pemisahan
tergantung pada gerakan relatif dari dua fasa tersebut(3).
Cara-cara kromatografi dapat digolongkan sesuai dengan sifat-sifat dari
fasa tetap, yang dapat berupa zat padat atau zat cair. Jika fasa tetap berupa
zat padat maka cara tersebut dikenal sebagai kromatografi serapan, jika zat
cair dikenal sebagai kromatografi partisi. Karena fasa bergerak dapat berupa
zat cair atau gas maka semua ada empat macam sistem kromatografi yaitu
kromatografi serapan yang terdiri dari kromatografi lapis tipis dan
kromatografi penukar ion, kromatografi padat, kromatografi partisi dan
kromatografi gas-cair serta kromatografi kolom kapiler (3).
KLT Preparatif
Kromatografi Lapis Tipis Preparatif merupakan proses isolasi yang terjadi
berdasarkan perbedaan daya serap dan daya partisi serta kelarutan dari
komponen-komponen kimia yang akan bergerak mengikuti kepolaran eluen oleh
karena daya serap adsorben terhadap komponen kimia tidak sama, maka komponen
bergerak dengan kecepatan yang berbeda sehingga hal inilah yang menyebabkan
pemisahan (4).
Tujuan: mengisolasi
KLT 2 Dimensi
KLT 2 arah atau 2 dimensi bertujuan untuk meningkatkan resolusi sampel
ketika komponen-komponen solute mempunyai karakteristik kimia yang hampir sama,
karenanya nilai Rf juga hampir sama sebagaimana dalam asam-asam amino. Selain
itu, 2 sistem fase gerak yang sangat berbeda dapat digunakan secara berurutan
sehingga memungkinkan untuk melakukan pemisahan analit yang mempunyai tingkat
polaritas yang berbeda (5).
Sampel ditotolkan pada lempeng lalu dikembangkan dengan satu sistem fase
gerak sehingga campuran terpisah menurut jalur yang sejajar dengan salah satu
sisi. Lempeng diangkat, dikeringkan dan diputar 90° dan diletakkan dalam bejana
kromatografi yang berisi fase gerak kedua sehingga bercak yang terpisah pada
pengembangan pertama terletak dibagian bawah sepanjang lempeng, lalu
dikromatografi lagi (5).
Tujuan: uji kemurniaan
Deteksi dengan KLT dapat dilakukan
dengan cara:
1. Sinar tampak
2. Sinar UV
3. Pereaksi warna
Dari penjelasan di atas,Flavonoid
(terutama glikosida) mudah mengalami degradasi enzimatik ketika dikoleksi dalam
bentuk segar. Oleh karena itu disarankan koleksi yang dikeringkan atau
dibekukan.mengapa demikian?


menurut saya,mungkin dalam bentuk kering flavonoid lebih awet,dari pada dalam bentuk segar.
BalasHapussama seperti ikan, bila dalam bentuk segar, ikan mudah busuk. tapi,dalam bentuk kering ikan lebih awet.