Kulit Manggis Obat kolesterol
Steroid
Steroid merupakan senyawa yang memiliki kerangka dasar
triterpena asiklik. Ciri umum steroid ialah sistem empat cincin yang tergabung.
Cincin A, B dan C beranggotakan enam atom karbon, dan cincin D beranggotakan
lima. Perhatikan Gambar berikut:
Kolestrol
merupakan steroid yang terbanyak di dalam tubuh manusia.Kolestrol memiliki struktur dasar inti steroid yang mengandung gugus metil, gugus hidroksi yang terikat pada cincin pertama, dan rantai alkil.
Kandungan kolestrol dalam darah berkisar 200-220 mg/dL, meningkatnya kadar kolestrol dalam darah dapat menyempitkan pembuluh darah di jantung, sehingga terjadi gangguan jantung koroner. Pengobatan yang sering dilakukan adalah melebarkan pembuluh darah seperti, memasang ring atau melakukan operasi.
Kolestrol dalam tubuh dibentuk di dalam liver dari makanan
Struktur kolesterol
Kolestrol
dalam makan perlu kita waspadai mengingat tren penyakit jantung cukup tinggi di
Indonesia. Garam empedu merupakan hasil sintesa kolestrol dan disimpan dalam bladder, peran senyawa ini adalah untuk mengemulsikan asam lemak dan minyak sehingga memperluas permukaan lipida yang akan dibongkar secara enzimatik.
Garam empedu merupakan hasil sintesa kolestrol dan disimpan dalam bladder, peran senyawa ini adalah untuk mengemulsikan asam lemak dan minyak sehingga memperluas permukaan lipida yang akan dibongkar secara enzimatik. Struktur molekul garam empedu dapat dilihat pada Gambar
Struktur molekul Garam empedu
Contoh lain dari lipida jenis steroid adalah hormon seks bagi kaum laki-laki dan perempuan seperti testoteron, estradiol dan progesteron. Struktur molekul dan fungsinya dapat dilihat dalam Tabel
Jenis hormon dan fungsi fisiologisnya
Manggis
Mungkin belum banyak orang yang mengenal buah manggis sebagai sumber antioksidan. Namun buah ini
memiliki banyak kandungan antioksidan pada kulit dan buahnya.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa buah asli Asia
Tenggara ini dapat menghasilkan xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari
hasil isolasi kulit buah manggis.
Apa itu Xanthon?
Xanthon mempunyai aktivitas antiinflamasi dan
antioksidan. Penelitian tentang xanthone telah dimulai sejak tahun 1970
dan hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 40 xanthone, diantaranya
adalah alpha-mangostin dan gamma- mangostin yang dipercaya
mempunyai kemampuan mencegah berbagai penyakit. Kedua jenis xanthone tersebut
dapat membantu menghentikan inflamasi [radang] dengan cara menghambat
produksi enzim COX-2 yang menyebabkan inflamasi.
Penelitian lain menunjukkan bahwa gamma –mangostin mempunyai
efek antiradang lebih baik dari pada obat antiinflamasi lain yang dijual di
pasaran. Xanthon jenis ini dapat menghindarkan berbagai panyakit yang
disebabkan oleh peradangan, seperti artritis dan alzheimer [merupakan
salah satu jenis penyakit disfungsiotak].
Xanthone juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel
kanker tumor. Kemampuan antioksidannya bahkan melebihi vitamin C
dan E yang selama ini dikenal sebagai antioksidan yang paling efektif.
Kandungan alpha-mangostin dan gamma-mangostin pada
buah manggis juga bersifat sebagai antibakteri. Alpha-mangostin juga diketahui
mempunyai efektivitas yang sama baiknya dengan antibiotik yang beredar di
pasaran seperti ampicillin dan minocyclin. Dari hasil suatu penelitian
dilaporkan bahwa mangostin [ 1,3,6 trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis (3
metil-2-butenil) -9H-xanten-9-on] hasil isolasi dari hasil buah manggis
mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
Stilbenes
Kandungan stilbenes pada buah manggis juga
sangat bermanfaat sebagai antifungsi dan antioksidan yang kuat. Stilbenes berperan sebagai benteng pertahanan tanaman manggis terhadap
serangan fungsi [jamur] dan kemampuan antifungsinya tetap terjaga walau setelah
dikomsumsi.
Quinone
Merupakan properti antibakteri dalam manggis, yang
mempunyai struktur mirip tetrasiklin [antibiotik] dan merupakan inhibitor
radikal bebas yang sangat kuat.
Polisakarida [polysaccharides]
Komponen tanaman yang berpotensi sebagai antikanker
dan antibakteri, dengan membantu menghambat kemampuan sel bermutasi agar tetap
menjadi sel yang sehat. Hal ini sangat membantu menghentikan penyebaran kanker.
Toksisitas Manggis
Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan
sparmisida [membasmi sperma]. Ekstrak manggis memiliki tingkat ketoksikan
tertentu pada pengujian dengan metode Brine Schrimp Test [BST]. Pemberian
ekstrak daun muda manggis terhadap mencit bunting dengan dosis 500, 1000, 1500
mg/kg B, menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan berat badan, terjadinya
pendarahan pada fetus, dan adanya perubahan hati petus, seperti nekrosis pada
sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan dan aborsi.
Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat
mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa
abnormal, dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.
Xanthone merupakan antioksidan paling penting dan kuat
yang pernah ditemukan di alam.
Antivirus, Antifungsi, Antiinflamasi, Antibakteri,
Antikanker, Antitumor, Antiulcer, Antibakteri, Antimikroba, Antirhinoviral, Antihepatoxic.
Xanthone Sebagai Antiinflamasi dan Mengendalikan
Reaksi Alergi
Antiinflamasi karena mangis dapat membantu mengatasi
demam, dengan cara melawan peradangan, meningkatkan sistem kekebalan dan
menawarkan hidrasi.
Diketahui ada 200 jenis xanthon dan lebih dari 40
jenis ditemukan di kulit [pericarp] buah manggis. Tidak ada buah lain atau sumber makanan tertentu yang memiliki kuantitas
seperti ini. Antioksidan manggis dapat melindungi kekebalan tubuh, dengan
cara memperkuat sistem kekebalan tubuh karena mengandung flavonoid dan flavones
yang dapat meningkatkan kemampuan antioksidan lain termasuk vitamin C dan E
sebagai pelindung tubuh.
Inflamasi atau peradangan merupakan proses
perlindungan sel darah putih bersama senyawa kimia lain dalam melindungi tubuh
dari infeksi oleh benda asing, seperti bakteri dan virus. Lebih mudahnya,
inflamasi adalah respons jaringan tubuh terhadap kerusakan. Saat terjadi
inflamasi biasanya diikuti dengan peningkatan sel darah putih dengan cepat.
Seiring dengan proses tersebut, timbul beberapa gejala, di antaranya terjadi
peningkatan suhu, kemerahan di daerah yang mengalami peradangan serta
pembengkakan dan rasa sakit akibat peningkatan konsentrasi aliran darah. Akibat
umum inflamasi adalah radang sendi, alergi, dan sakit kepala.
Jenis reaksi inflamasi bermacam-macam. Ada inflamasi
pada tulang sehingga menimbuljan rasa sakit, kekakutan, pembengkakan, dan rasa
panas. Ada pula reaksi inflamasi oleh udara yang disebabkan alergi, misalnya
asma. Inflamasi ini menyebabkan kesulitan untuk bernapas secara normal.
Antioksidan Manggis Menyembuhkan Peradangan
Sejak berabad-abad yang lalu, manggis telah
dimanfaatkan penduduk Asia Tenggara untuk mengobati inflamasi dengan cara
diminum seperti teh.
Antioksidan manggis mencegah pembengkakan dan
memperbaiki komunikasi antar sel-sel tubuh untuk melawan serangan dan
perkembangan bibit penyakit [bakteri atau virus], serta mempercepat penyembuhan
dan pemulihan.
Hasil penelitian di Universitas Madras, India,
menunjukkan bahwa xanthon dalam kulit manggis memiliki sifat antiinflamasi pada
tikus percobaan.
Penelitian oleh Universitas Tohoko, Sendai, Jepang
menunjukkan bahwa gamma-mangostin pada kulit manggis mampu mencegah aktivitas
enzim cyclooxygenase [COX], yaitu enzim penanda sebagai indikator adanya
inflamasi dalam tubuh.
Hambat Reaksi Alergi dengan Xanthon (kulit manggis)
Reaksi alergi merupakan proses inflamasi yang
disebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh. Saat ada alergen yang menyerang
tubuh, sistem kekebalan alergen sebagai bahan berbahaya meskipun sebenarmya
tidak. Tubuh bereaksi dengan mengeluarkan histamin untuk melawan bahan
tersebut. Hal ini akan memicu munculnya inflamasi dan gejala alergi, Sebagai
contoh, sakit kepala yang diseba-bkan oleh pilek, flu, dan sinusitis, atau
migren yang disebabkan inflamasi arteri di leher dan kepala.
Salah satu kemampuan xanthone adalah mencegah
pelepasan histamin dan sintesis prostaglandin E2. Keduanya merupakan senyawa
yang dilepaskan saat terjadi alergi. Prostaglandin adalah faktor inflamasi yang
menyebabkan radang.
Penelitian lain juga membuktikan bahwa alpha-mangostin
dapat menghambat pelepasan reseptor pembuat histamin, sedangkan gamma-mangostin
dapat menghambat pelepasan reseptor pengham-bat serotonin. Serotonin merupakan
neurotransmiter di otak yang bila jumlahnya kurang dapat memicu terjadinya
penyakit parkinson atau tremor.
Melindungi Tubuh dari Berbagai Penyakit yang
Disebabkan Oleh Peradangan
Xanthone juga mampu meringankan wasir atau sembelit,
karena dapat meredakan sakit dan pembengkakan akibat peradangan. Antioksidan
manggis dapat menghilangkan penyakit kulit kering bersisik kronis
[neurodermatitis]. Kandungan antiperadangannya dapat mengurangi sisik dan gatal
akibat penyakit kulit.
Penyakit carpal tunnel syndrome juga dapat diringankan
oleh antioksidan manggis. Rasa sakit akibat peradangan
pada penyakit yang terjadi pada pergelangan tangan dan jari akibat tekanan yang
terus-menerus pada bagian tersebut [biasanya disebabkan terlalu sering memakai
keyboard dan mouse komputer] dapat berkurang oleh xanthone.
Salah satu keajaiban pembunuh bakteri, xanthone yang
terdapat pada buah manggis adalah mengatasi gangguan pernapasan. Asma tergolong
penyakit mematikan akibat kerusakan sistem pernapasan. Buah manggis menjadi
obat alternatif yang ideal untuk menyembuhkannya, karena memiliki kemampuan
melawan infeksi dan mengandung zat-zat yang mengurangi alergi.
Xanthone Sebagai Antibakteri dan Antijamur
Xanthone dapat menghancurkan bakteri salmonella
penyebab keracunan makanan.
Semakin bertambah usia manusia, maka secara alamiah
semakin berkurang zat asam di dalam perut. Kondisi ini meningkatkan bakteri di
dalam perut, sehingga menimbulkan penyakit diare, kemampuan usus menyerap
makanan semakin berkurang, dan kelebihan gas. Gejala-gejala seperti ini bisa
diatasi oleh xanthon yang terkandung dalam buah dan kulit manggis.
Salah satu kemampuan penting dari xanthon adalah mematikan
bakteri. Xanthone berkhasiat mengatasi kelebihan bakteri
dan menyeimbangkan kembali kerja sistem pencernaan.
Hasil penelitian di Tokyo pada tahun 2003, menunjukkan
bahwa antioksidan xanthone dalam manggis (dan kulit manggis) juga
memiliki efek antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme
seperti mycobacterium tuberculosis [penyebab TBC] dan staphylococcus aureus
[penyebab infeksi dan gangguan pencernaan]. Ekstrak kulit manggis juga
dipercaya dapat mengobati artritis, asma, alzheimer, alergi, dispepsia
[gangguan pencernaan], jerawat eksim.
Beberapa penelitian tentang manfaat senyawa xanthone
memperlihatkan bahwa xanthone bersifat antimikroba terhadap MRSA [methicillin
resistant staphylococcus aureus], yaitu bakteri yang telah kebal terhadap obat
antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi parah.
Penyakit akibat MRSA memang tidak dikenal di
Indonesia. Namun di beberapa negara, seperti Amerika, bakteri ini sangat
menakutkan karena dalam waktu singkat akan memakan sel-sel tubuh manusia.
Bakteri ini dapat menyebabkan cacat fisik dan kematian pada penderitanya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suksamran
pada tahun 2003, kandungan alpha-mangostin, beta-mangostin, dan garcinone
B pada manggis mampu menghambat pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis
penyebab penyakit paru-paru atau tuberkulosis [TBC]. TBC merupakan
penyakit yang masih diperhatikan karena Indonesia belum sepenuhnya bebas dari
penyakit tersebut.
Hasil penelitian tentang xanthone dari tepung kulit
manggis membuktikan bahwa xanthone mampu mematikan bakteri Salmonella
enteritidis yang sering menyebabkan penyakit melalui konsumsi makanan
[foodborne disease]. Salmonella yang mampu diinokulasikan dan berkembang
biak di dalam medium agar-agar [PDA] ditetesi dengan ekstrak kulit manggis.
Hasilnya, kulit manggis dapat merangsang produksi sel fagositik yang akan
mematikan bakteri intraseluler.
[Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit
manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker [ meliputi kanker
payudara,lever, dan leukimia], antihistamin, antiinflamasi atau
antiperadangan].
Kulit Manggis Hambat Bakteri
Aspek farmakologis dari tanaman manggis yang diperoleh
dari sejumlah penelitian, menunjukkan bahwa kulit buah manggis mempunyai daya
antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri.



