SENYAWA FLAVONOID
Senyawa
flavonoid adalah suatu kelompok fenol yang terbesar yang ditemukan di alam.
Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu dan biru dan sebagai zat
warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan.
Flavonoid
merupakan pigmen tumbuhan dengan warna kuning, kuning jeruk, dan merah dapat
ditemukan pada buah, sayuran, kacang, biji, batang, bunga, herba,
rempah-rempah, serta produk pangan dan obat dari tumbuhan seperti minyak
zaitun, teh, cokelat, anggur merah, dan obat herbal. Senyawa ini berperan
penting dalam menentukan warna, rasa, bau, serta kualitas nutrisi makanan.
Tumbuhan umumnya hanya menghasilkan senyawa flavonoid tertentu. Keberadaan
flavonoid pada tingkat spesies, genus atau familia menunjukkan proses evolusi
yang terjadi sepanjang sejarah hidupnya. Bagi tumbuhan, senyawa flavonoid
berperan dalam pertahanan diri terhadap hama, penyakit, herbivori, kompetisi,
interaksi dengan mikrobia, dormansi biji, pelindung terhadap radiasi sinar UV,
molekul sinyal pada berbagai jalur transduksi, serta molekul sinyal pada
polinasi dan fertilitas jantan.
Flavonoid
merupakan metabolit sekunder yang paling beragam dan tersebar luas. Sekitar
5-10% metabolit sekunder tumbuhan adalah flavonoid, dengan struktur kimia dan
peran biologi yang sangat beragam Senyawa ini dibentuk dari jalur shikimate dan
fenilpropanoid, dengan beberapa alternatif biosintesis. Flavonoid banyak
terdapat dalam tumbuhan hijau (kecuali alga), khususnya tumbuhan berpembuluh.
Flavonoid sebenarnya terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk daun, akar,
kayu, kulit, tepung sari, nectar, bunga, buah buni dan biji. Kira-kira 2% dari
seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuh-tumbuhan diubah menjadi
flavonoid. Flavonoid merupakan turunan fenol yang memiliki struktur dasar
fenilbenzopiron (tokoferol), dicirikan oleh kerangka 15 karbon (C6-C3-C6) yang
terdiri dari satu cincin teroksigenasi dan dua cincin aromatis. Substitusi
gugus kimia pada flavonoid umum- nya berupa hidroksilasi, metoksilasi, metilasi
dan glikosilasi. Klasifikasi flavonoid sangat beragam, di antaranya ada yang
mengklasifikasikan flavonoid menjadi flavon, flavonon, isoflavon, flavanol,
flavanon, antosianin, dan kalkon. Lebih dari 6467 senyawa flavonoid telah
diidentifikasi dan jumlahnya terus meningkat. Kebanyakan flavonoid berbentuk
monomer, tetapi terdapat pula bentuk dimer (biflavonoid), trimer, tetramer, dan
polimer.
Senyawa kalkon merupakan salah satu senyawa flavonoid, yaitu senyawa yang
kerangkakarbonnya terdiri atas gugus C6-C3-C6.
Strukturnya dapat dibedakan dari senyawa flavonoid laindari cincin C3
yang terbuka. Kalkon adalah aglikon flavonoid yang pertama kali terbentuk
dalam biosintesis semua varian flavonoid melalui jalur prazat dari alur
‘siklamat’ dan alur‘asetat alonat’. Kalkon umumnya terdapatdalam tanaman yang
termasuk keluarga Heliantheaetribe , Coreopsidinae , dan Compositae.
Pada struktur senyawa kalkon, subtituen pada 2 cincin
aromatis yang mengapit enon akanmemberikan
pengaruh terhadap elektrofilisitas struktur enon melalui peningkatan ataupun penurunan kerapatan elektron pada cincin aromatis. Adanya gugus pemberi
elektron akanmenurunkan elektrofilisitas dari cincin enon. Demikian pula
sebaliknya, adanya gugus penarik elektron pada cincin c aromatis akan
meningkatkan aktivitasnya sebagai agen pengalkil nukleofil biologis dalam
biosintesis IL-1 sebagai antiinflamasi.
Senyawa kalkon memiliki aktivitas inhibisi angiogenesis melalui adisi
nukleofilik padagugus enon. Jembatan enon
pada senyawa 2’-kalkon tersubtitusi memegang peranan penting dalammekanisme aksi inhibitor biosintesis IL-1 karena
dapat berperan sebagai agen elektrofilik pengalkilasi. Para
agen pengalkilasi memberikan efek sitotoksik melalui transfer alkyl group untuk berbagai konstituen seluler. Alkilasi DNA dalam
inti atom mungkin mewakili interaksi utama yangmenyebabkan kematian sel.
Kalkon merupakan salah satu senyawa
alam yang mempunyai aktivitas biologis beragam salah satunya adalah sebagai
antikanker (Achanta et al., 2006; Yun et al., 2006).
Bagaimana senyawa kalkon bekerja untuk menghambat pertumbuhan
sel kanker ??
eni. sebaiknya jika posting disertakan dengan bentuk molekul senyawa tersebut
BalasHapusjadi bisa diketahui gugus aktif yang mana yang berperan sebagai anti kanker
mungkin aktifitas dari gugus aktif pada kalkon itu menghambat perkembangan sel kanker dengan cara menghambat enzim yang bekerja pada sel kanker tersebut